Aku ingat tepat ketika mulai menjadi aku hari itu. Hatiku berdebar lebih kencang dari debur pada karang di pagi hari. Tubuhku melayang begitu ringan dan mengalir di sela-sela tuts berdebu. Aku tak peduli tanganku membawaku ke mana dan tak peduli orang-orang sialan itu mengatakan apa. Aku hidup dalam duniaku antara ada dan tiada. Aku masih bukan siapa-siapa, tapi aku ingin hidup untuk puluhan tahun lagi. Aku bahagia. Aku ingin hidup untukmu.