Jika salah seorang teman nggak ada yang merit, mungkin gue juga nggak akan melakukan perjalanan melelahkan ini. Keputusan untuk datang pun mendadak, “Si anu mau merit, dateng tuk.” Kami teman dekat sejak SMA, maka kami berempat pun bela-belain langsung tancap dari Jakarta ke Pemalang.
Kami berangkat hari Jumat, 13 Januari 2012, jam 11 malam. Sudah lama gue nggak merasakan serunya perjalanan yang super random. Setiap tiba di kota besar, kami selalu mampir dan bertanya, “Permisi, makanan khas sini apa ya?”, sambil merapat, makan-makan, nongkrong, foto-foto dan gantian nyupir. Sudah beberapa lamanya gue nggak menikmati hal-hal sederhana itu dan ternyata segalanya… wuih, masih nikmat!
Kami makan-makan di Losari dan Tegal, atau mampir cukup lama di Pekalongan untuk melihat batik, atau beli oleh-oleh di mana-mana dan foto-foto di mana-mana juga. Kami bahkan sampai ke Semarang karena harus menjemput seorang teman yang kuliah S2 di UNDIP, muter-muter Semarang, makan-makan, ke Lawang Sewu juga, sebelum akhirnya cabut ke Pemalang—tempat nikahan teman kami. Kami tiba di sana jam 10 malam sebelum nongkrong sebentar di luar untuk menikmati Pemalang (yang sepi -_-). Pernikahannya hari minggu dan pukul 1 siang kami udah angkat kaki lagi dari Pemalang untuk melakukan perjalanan pulang.
Pulangnya kami mampir ke jembatan apa-itu-namanya yang menjadi perbatasan Jateng dan Jabar (tepatnya perbatasan Brebes-Cirebon) dan foto-foto sebentar. Kami cukup lama nongkrong di Cirebon dan muter-muter mencari nasi jablak. Dengar, bahkan kami geje mampir ke situs Sunan Gunung Jati, haha. Sebenarnya gue agak skeptis sama ziarah-ziarahan (apalagi setelah melihat kondisinya) dan yang kebetulan kami memang bukan tipe orang yang kaya gitu. Cuma seperti yang teman gue bilang dengan bijaksananya, “Yah, emang geje, tapi setidaknya kita jadi punya ceritalah.” Setelah itu, kami langsung menuju Jakarta.
Gue nggak keberatan deh untuk melakukan travelling yang serupa, walaupun besoknya langsung remuk-remuk badannya. Ada banyak cerita dari perjalanan-perjalanan semacam itu. Hmhhmmm… bulan depan jalan ke mana yah?